グローバルナビゲーションへ

本文へ

フッターへ

ローカルナヴィゲーションへ



ホーム > 学生レポート > SCDPインターンシップ特集 「マーベルさんのちょばちょばSCDPレポート 第3回」 ※「coba-coba(ちょばちょば)」はインドネシア語で、「やってみよう!」という意味です。

SCDPインターンシップ特集 「マーベルさんのちょばちょばSCDPレポート 第3回」 ※「coba-coba(ちょばちょば)」はインドネシア語で、「やってみよう!」という意味です。


出席者に資料を渡すマーベルさん

SCDPインターンシップ特集
「マーベルさんのちょばちょばSCDPレポート 第3回」


※「coba-coba(ちょばちょば)」はインドネシア語で、「やってみよう!」という意味です。

「日本語」「英語」「インドネシア語」でレポートいたします。

SCDPレポート (日本語)

こんにちは、静岡大学工学部4年生のマーベルです。今回は、公益財団法人静岡県国際交流協会(SIR)が主催の「留学生のための就職支援講座II静岡県企業について」のレポートです。今回の講座では、株式会社モアソンジャパン管理本部の杉山雅人様が講義してくださいました。

今回の講座では、モアソンジャパンの事業内容や実績といった会社の概要から始まり、福利厚生や外国籍社員の状況などに焦点を当てたお話、最後に講座に参加した留学生との質疑応答で締めくくられました。

モアソンジャパンは規模で言えば中小企業であり、顧客である他企業に技術やITソリューションを提供している、いわゆるB to B企業です。主な取引先はヤマハ、スズキ、ローランドをはじめとする機械メーカーや音響メーカーとなっています。1982年6月に設立されたこの会社には200名程度の従業員が勤めています。浜松市に本社を置き、静岡県内の静岡市に加え、県外の大都市圏に事業所・営業所があります。具体的な事業として、専用3DCADシステムの開発、放送局向けの放送ソフトウェアの提供、音響機器の組み込み開発などを行っています。

その中で、「軸受異常診断AI」を開発した実績を紹介してくれました。従来では、音などの前兆現象を頼りに異常を発見するのはベテランの技術師にしかできず、人材の育成に時間とコストがかかり、後継者が不足しがちだったそうです。そこで、AIに技術師の感覚といった数値化しづらいパラメータを学ばせることにより、早期の異常診断を自動で行うことができるように開発したそうです。この話を聞いて、技術開発によって製品の質を高めるだけではなく、後継者不足などの社会問題解決にも結び付くというイメージが湧きました。

本社には外国籍の社員が9名勤めており、そのうちフィリピンとベトナムの出身者が大半を占めています。それは、フィリピンとベトナムが東南アジアの国で高い経済成長率を見せていて、よりよい給料や生活を求めて海外へ留学や仕事に赴く人が多い実情もあるからです。また、杉山氏は、留学生の強みとして、英語、日本語に加えて母国語の3つ以上の言語を習得している高い語学力、勤勉で成長意欲も高く積極的な性格、日本人とは違った考え方や視点を持ち合わせていることを挙げてくれました。将来は海外進出を考えており、その中心となる人材として活躍してくれる留学生に期待しているとのことでした。

講座の後、参加した留学生との質疑応答が活発に行われました。質問では、求められる日本語能力やインターンシップの有無といった王道的な質問から、IT系における高年齢層のアドバンテージや、大学時代に何をしてほしいかといったユニークな質問までありました。たしかに、多くのIT企業では若年層に偏った人員構成が多いようなイメージですが、モアソンジャパンでは、技術に熟練している先輩方と発想に富んだ若手を取り入れることにより積極的な議論や、技術を引き継ぐ勉強会を行うことができるようになるとのことです。さらに、大学では、大学生のうちにしかできないこと、例えば新しいことや時間がかかることなどにチャレンジしていけばよいのではないか、とのアドバイスを受けました。

私はこの講座を通して、日本の企業、静岡県内の企業の一つであるモアソンジャパンを例に、日本の企業に勤めている方々の考え方に触れることができました。就職活動における企業研究だけでなく、社会人になって、日本の企業で日本人と一緒に働く際にもこの講座で学んだ知識を役立てたいと思います。

次回は、公益財団法人静岡県国際交流協会が主催のSCDP集中セミナーⅠで「在留資格について」のレポートをする予定です。お楽しみに。

SCDP Report in English

Hi, I'm Marvel, a fourth-year student in the Faculty of Engineering at Shizuoka University. This time, I would like to report on the "Job Hunting Support Lecture for International Students II: About Shizuoka Prefecture Companies" organized by the Shizuoka Association for International Relations (SIR). This lecture was given by Mr. Masato Sugiyama from the Administration Division of MORSON JAPAN Co., Ltd.

The lecture started with an overview of the company, including its business activities and achievements. Next there was focused on its welfare program and the situation of foreign employees. The lecture concluded with a Q&A session with the international students who participated in the lecture.

MORSON JAPAN is a medium-sized company in terms of size and is what is called BtoB company that provides technology and IT solutions to other companies that are its customers. The company was established in June 1982 and employs about 200 people. Founded in June 1982, the company employs about 200 people and is headquartered in Hamamatsu City, with offices and sales offices in Shizuoka City and other major metropolitan areas outside the prefecture. Specific business activities include the development of dedicated 3D CAD systems, provision of broadcasting software for broadcasters, and embedded development of audio equipment.

One of their achievements is the development of "bearing abnormality diagnosis AI". In the past, only experienced technicians could detect abnormalities by relying on sounds and other signs, and training personnel was time-consuming and costly, and there tended to be a shortage of successors. To solve this problem, they developed an AI system that can automatically diagnose abnormalities at an early stage by having it learn parameters that are difficult to quantify, such as the technician's senses. Hearing this story, I got the image that technological development not only improves the quality of products, but also helps solve social problems such as lack of successors.

There are nine foreign employees working at the head office, and most of them are from the Philippines and Vietnam. This is because the Philippines and Vietnam are Southeast Asian countries with high economic growth rates, and many people go abroad to study or work in search of better salaries and a better quality of life. Mr. Sugiyama also mentioned that the strengths of international students are their high level of language proficiency, having mastered at least three languages in their native language in addition to English and Japanese, their diligent and proactive nature with a strong desire to grow, and their different ways of thinking and perspectives from Japanese people. He said that he is thinking of expanding overseas in the future and expects international students to play a central role in this expansion.

After the lecture, there was a lively Q&A session with the participating international students. The questions ranged from the standard questions such as required Japanese language skills and internship availability to unique questions such as the advantage of older age groups in the IT field and what they wanted the students to do during their college years. It is true that many IT companies seem to have a personnel structure that is biased towards younger people, but at MORSON JAPAN, by bringing in older people who are skilled in technology and younger people who are full of ideas, they will be able to have active discussions and study sessions to pass on technology. He also advised me that I should challenge myself to do things that I can only do as a university student, such as new things and things that take time.

Through this course, I was able to experience the way of thinking of people working for Japanese companies, by the example of MORSON JAPAN, as one of the companies in Shizuoka Prefecture. I would like to make use of the knowledge I learned in this course not only when researching companies for job-hunting purposes, but also when I work in Japan with Japanese people.

Next time, I plan to report on "Status of Residence" at the Intensive Seminar I organized by the Shizuoka Association for International Relations. Please look forward to it.



SCDP Laporan dalam bahasa Indonesia

Hai, saya Marvel, mahasiswa tahun keempat di Fakultas Teknik Universitas Shizuoka. Kali ini, saya ingin melaporkan "Kuliah Dukungan Perburuan Pekerjaan untuk Siswa Internasional II: Tentang Perusahaan Prefektur Shizuoka" yang diselenggarakan oleh Shizuoka Association for International Relations (SIR). Kuliah ini diberikan oleh Mr. Masato Sugiyama dari Divisi Administrasi MORSON JAPAN Co., Ltd.

Kuliah dimulai dengan gambaran umum perusahaan, termasuk kegiatan bisnis dan pencapaiannya, kemudian fokus pada program kesejahteraan dan situasi karyawan asing, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan mahasiswa internasional yang berpartisipasi dalam kuliah.

MORSON JAPAN. adalah perusahaan kecil hingga menengah dalam jumlah karyawan dan disebut sebagai perusahaan BtoB yang menyediakan solusi teknologi dan TI kepada perusahaan lain yang menjadi pelanggannya. Perusahaan ini didirikan pada Juni 1982 dan mempekerjakan sekitar 200 orang. Didirikan pada bulan Juni 1982, perusahaan ini mempekerjakan sekitar 200 orang dan berkantor pusat di Kota Hamamatsu, dengan kantor dan kantor penjualan di Kota Shizuoka dan area metropolitan utama lainnya di luar prefektur. Kegiatan bisnis khusus mencakup pengembangan sistem CAD 3D khusus, penyediaan perangkat lunak penyiaran untuk penyiar, dan pengembangan peralatan audio tertanam.

Salah satu pencapaian mereka adalah pengembangan "AI diagnosis abnormalitas bearing ". Di masa lalu, hanya teknisi berpengalaman yang dapat mendeteksi abnormalitas dengan mengandalkan suara dan tanda lainnya, dan pelatihan personel memakan waktu dan biaya, dan cenderung kekurangan penerus. Untuk mengatasi masalah ini, mereka mengembangkan sistem AI yang secara otomatis dapat mendiagnosis kelainan pada tahap awal dengan mempelajari parameter yang sulit diukur, seperti indera teknisi. Mendengar cerita ini, saya mendapat gambaran bahwa perkembangan teknologi tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membantu memecahkan masalah sosial seperti kurangnya penerus.

Ada sembilan pekerja asing yang bekerja di kantor pusat, dan sebagian besar berasal dari Filipina dan Vietnam. Ini karena Filipina dan Vietnam adalah negara-negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan banyak orang pergi ke luar negeri untuk belajar atau bekerja untuk mencari gaji yang lebih baik dan kualitas hidup yang lebih baik. Bapak Sugiyama juga menyebutkan bahwa kelebihan mahasiswa internasional adalah kemampuan bahasa mereka yang tinggi, menguasai setidaknya tiga bahasa dalam bahasa ibu mereka selain bahasa Inggris dan Jepang, sifat rajin dan proaktif mereka dengan keinginan kuat untuk berkembang, dan cara berpikir dan perspektif mereka yang berbeda dari orang Jepang. Dia mengatakan bahwa dia sedang berpikir untuk memperluas ke luar negeri di masa depan dan mengharapkan siswa internasional untuk memainkan peran sentral dalam ekspansi ini.

Usai kuliah, sesi tanya jawab dengan mahasiswa internasional peserta berlangsung dengan aktif. Pertanyaan berkisar dari seperti keterampilan bahasa Jepang yang diperlukan dan ketersediaan magang hingga pertanyaan unik seperti keuntungan kelompok usia yang lebih tua di bidang TI dan apa yang mereka ingin siswa lakukan selama masa kuliah mereka. Memang benar bahwa banyak perusahaan IT tampaknya memiliki struktur personel yang bias terhadap orang-orang muda, tetapi di MORSON JAPAN, dengan memiliki karyawan berpengalaman yang memahami teknologi luar dalam dan karyawan muda yang penuh ide, mereka dapat berdiskusi aktif dan menyelenggarakan sesi belajar untuk mengajarkan teknik. Mr Masato juga menyampaikan bahwa saya harus menantang diri untuk melakukan hal-hal yang hanya bisa saya lakukan sebagai mahasiswa, misalnya hal-hal baru dan hal-hal yang membutuhkan waktu.

Melalui kursus ini, saya dapat merasakan cara berpikir orang-orang yang bekerja di perusahaan Jepang, seperti contoh MORSON JAPAN, sebagai salah satu perusahaan di Prefektur Shizuoka. Saya ingin memanfaatkan pengetahuan yang saya pelajari dalam kursus ini tidak hanya ketika meneliti perusahaan untuk tujuan mencari pekerjaan, tetapi juga ketika saya bekerja di Jepang dengan karyawan Jepang.

Lain kali, saya berencana untuk melaporkan "Status Tempat Tinggal" di Seminar Intensif I yang diselenggarakan oleh Shizuoka Association for International Relations. Silakan menantikannya.

「留学生のための就職支援講座Ⅱ 静岡県企業について」講師:㈱モアソンジャパン管理本部 杉山様

授業の様子